Kamis, 27 Oktober 2011

Dewan Pendidikan Majene

Dewan Pendidikan Majene merekomendasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene memutasi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di kota pindah ke pedesaan. Kami akan merekomendasikan guru dalam kota dipindahkan ke pedalaman. Hal ini guna penyegaran dan pemerataan pendidikan,” kata Sekretaris Dewan Pendidikan Jaenuddin Sayadul, kemarin. Bukan hanya memindahkan guru dalam kota ke pedesaan, program kerja Dewan Pendidikan yang diketuai salah satu Ketua Komisi DPRD Majene Rusbi Hamid ini juga akan mengusulkan pencabutan sertifikat pendidik bagi beberapa guru bersertifikat.

“Beberapa guru tidak mampu membuat rencana pembelajaran (RPP). Bahkan ada yang tidak mampu mengajar, tapi tersertifikasi. Dengan demikian, mereka mendapat tunjangan satu bulan gaji per bulan. Ini pemborosan uang negara. Dewan pendidikan akan merekomendasikan pencabutan sertifikat,” tandas Jaenuddin.

Menanggapi keinginan Dewan Pendidikan akan merekomendasikan pencabutan sertifikat tenaga kependidikan yang dinilainya tidak layak mendapat sertifikasi, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Majene Syamsiar Muchtar mengatakan, akan melakukan kajian. “Harus diketahui terlebih dahulu, sejauh mana kewenangan Pemkab mencabut sertifikat kependidikan jika memang Dewan Pendidikan merekomen dasikan hal tersebut,” tandasnya. Mantan calon wakil bupati Majene ini di Pilkada Majene 2006–2011 ini menyambut positif langkah yang ditempuh Dewan Pendidikan Majene. Namun, dia menyarankan langkah yang ditempuh tidak revolusioner,melainkan secara bertahap.

Manajer PT PLN Cabang Mamuju

Manajer PT PLN Cabang Mamuju I Nyoman Sueca mengungkapkan, pihaknya akan mengganti alat kilowatt hour (kwh) meter yang sudah tua secara besar-besaran, besok. Tujuan program ini untuk meningkatkan dan menjaga akurasi pengukuran pemakaian listrik oleh pelanggan sehingga mendukung bisnis yang adil antara PLN dan pelanggan.

Diungkapkan, pada 2011, target penggantian kwh meter tua di seluruh Indonesia sebanyak 2,6 juta unit.Hal itu terdiri atas wilayah Jawa dan Bali sebanyak 2,1 juta,Indonesia barat (Sumatera dan Kalimantan Barat) sebanyak 300.000, dan Indonesia timur (Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, dan Papua) sebanyak 200.000.

“Dengan penggantian ini, energi listrik yang digunakan pelanggan akan terukur secara akurat. Dengan begitu, pelanggan akan membayar rekening listrik benar-benar sesuai pemakaiannya. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-66,”kata I Nyoman dalam konferensi pers di Kantor PLN Cabang Mamuju, kemarin. Total penggantian kwh meter di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) sebanyak 60.600 unit.

Untuk Sulawesi Barat (Sulbar) sebanyak 3.400 unit. Dari total penggantian di wilayah Sulbar, Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara (Matra) mendapat jatah terbanyak, masing-masing 950 unit. Kemudian Polewali Mandar (Polman) sebanyak 699 unit, Majene 350, unit, Mamasa 101 unit, dan Wonomulyo sebanyak 150 unit. Secara teknis, PLN Cabang Mamuju akan membagikan 300 unit kwh meter per hari ke seluruh keluarga. Pembagian ini gratis dan ditarget selesai hingga November 2011.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) Ke-59, sebanyak 200 orang, terutama yang berstatus warakawuri, mendapat bantuan kacamata serta pemeriksaan paps mear (pemeriksaan usapan mulut rahim) gratis.

Ketua Bhayangkari Polda Sumsel Inne Dikdik Mulyana kemarin di Graha Bhayangkari Polda Sumsel mengatakan, bakti sosial tersebut terlaksana berkat bantuan Bina Darma Jaya Raya Sosial Center (Bijar), yang memberikan pemeriksaan mata gratis sekaligus kacamata bagi yang membutuhkan. “Jadi, selain pemberian kaca mata,ada juga pemeriksaan paps mear. Sebab, kita ketahui bahwa saat ini banyak sekali penyakit di leher rahim (serviks) di reproduksi wanita, misalnya kanker rahim. Untuk itu, dengan paps mear, kalau memang terdeteksi, bisa diatasi lebih awal,”ujarnya.

Hingga kini warakawuri di Palembang sekitar 300 orang, sedangkan warakawuri aktif mencapai separuhnya.Untuk saat ini, seluruh anggota Bhayangkari dianjurkan untuk lebih fokus memerhatikan anggota dan warakawuri terlebih dahulu, baru membantu di luar organisasi. Sebelumnya, masih dalam kaitan HKGB, Bhayangkari Polda Sumsel sudah melakukan kunjungan dan memberikan bantuan untuk anak yatim piatu dan anak cacat. HKGB juga diisi kegiatan olahraga bersama, bazar, serta pelatihan table manner.

Sementara itu, Penasihat Bijar Hermanto Wijaya didampingi Ketua Bijar Prof Buchori Rahman menyatakan, Bijar masih tetap eksis melakukan kegiatan sosial, baik bersama Polda Sumsel ataupun instansi lainnya.“Ini sudah ketiga kalinya kita melakukan baksos kacamata gratis dengan Polda Sumsel, semoga ke depan dapat ditingkatkan lagi,” kata Hermanto.