Rabu, 25 Januari 2012

Investor asal Korea Selatan

Investor asal Korea Selatan (Korsel) tertarik menanamkan modal di Bali untuk sektor persampahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Bali, Ketut Teneng.

Menurut Teneng, investor asal Korsel itu sudah menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan investasinya. Hanya saja, Pemerintah Provinsi Bali belum bisa memberi jawaban lantaran TPA Suwung masih dikelola oleh PT HOEI.

“Investor asal Korsel tertarik menanamkan investasinya di TPA Suwung. Tapi pengelolaan TPA Suwung hingga saat ini masih dipegang oleh PT Navigat Organik Energi Indonesia (NOEI) untuk 20 tahun sejak 2004 silam. TPA Suwung pernah digelontor Rp63 miliar oleh Kementerian pekerjaan Umum untuk menangani luberan air dari sampah,” kata Teneng, 25 Januari 2012.

Hanya saja, sambung Teneng, hingga saat ini PT NOEI belum mampu memenuhi kontrak sesuai perjanjian dengan Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Ini menyebabkan kontrak PT NOEI pun akan ditinjau kembali, dan mencari investor baru.

“Awalnya mereka (PT NOEI) memastikan dapat memenuhi 10 megawatt listrik dan kompos. Tapi saat ini hanya baru bisa dihasilkan 0,7 megawatt saja. Jadi ada yang belum ditangani maksimal oleh PT NOEI. Ada yang tidak dilaksanakan secara optimal,” ucap dia.

Pemprov Bali, kata Teneng, sedang melakukan kajian hukum jika nantinya kontrak PT NOEI diputus. “Sebab boleh dibilang semacam wanprestasi yang dilakukan oleh PT NOEI,” kata Teneng.

Lantaran itu, Pemprov Bali juga sudah memikirkan pengganti PT NOEI jika suatu saat kontrak mereka benar-benar diputus. Salah satunya, sambung dia, adalah investor asal Korsel yang sudah tertarik itu.

Investor asal Korsel itu, jelas Teneng, sudah menyampaikan keinginannya dan berjanji dapat melakukan pemenuhan kebutuhan 10 megawatt listrik dan pupuk kompos. “Bahkan mereka siap membuat batako, energi listrik dari gas, briket dan lain sebagainya. Nah, ini masih dipelajari oleh Biro Hukum kita (Pemprov Bali),” ungkapnya.

Dalam kerangka itu, PT NOEI juga akan dipanggil untuk didengar soal keluhannya selama ini, terkait tak terpenuhinya kontrak yang telah disepakati. “Itu Kabupaten Badung yang akan memanggil mereka,” ujar Teneng.

Satria Muda BritAma

Klub bola basket asal Jakarta, Satria Muda BritAma, terus mempersiapkan diri untuk tampil lebih maksimal menjelang laga seri III NBL (National Basketball League) Indonesia yang akan digelar di Palembang Sport & Convention Center, 28 Januari hingga 5 Februari 2012. Pada seri II yang berlangsung di Solo beberapa hari yang lalu, SM mendapatkan pelajaran ketika untuk pertama kalinya dikalahkan oleh tim asal surabaya, CLS Knights Surabaya, dengan skor 59-65.

Pelatih SM Ocky Tamtelahitu telah melakukan persiapan, seperti latihan plyometric. Latihan ini setidaknya dilakukan sehari dua kali. Menurut Ocky, sapaan pelatih SM, latihan ini sangat diperlukan timnya. "Plyometric akan mengonversi power pemain menjadi strength dan speed," ujar Ocky seperti yang dilansir satria-muda.com.

SM yang merupakan juara bertahan NBL berdiri di puncak klasemen sementara dengan 10 kemenangan dan 1 kali kalah. Pada partai awal mereka di seri III NBL nanti, SM hanya melawan tim lemah NSH GMC Riau pada Minggu, 29 Januari 2012.

Senin, 09 Januari 2012

Truk-Truk Pengangkut Beras

Truk-truk pengangkut beras dari Wilayah Cirebon yang berplat nomor "E" mendominasi halaman parkir dan kawasan di pasar induk beras Johar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sepekan terakhir. Truk-truk itu mengangkut beras dari sentra padi Indramayu dan Cirebon. Sekitar 60 persen beras yang masuk ke sini Pasar Johar berasal dari Indramayu. Sisanya dari Jawa Tengah dan Karawang.

Sejumlah pedagang di pasar itu, Selasa (10/1/2012) menilai, masuknya beras dari Indramayu dan Cirebon "menyelamatkan" harga yang cenderung naik seiring berkurangnya pasokan dari petani di Karawang. Setidaknya kenaikannya tipis karena pasokan beras stabil.

"Sekitar 60 persen beras yang masuk ke sini (Pasar Johar) berasal dari Indramayu. Sisanya dari Jawa Tengah dan Karawang," kata Wahyu, salah satu pedagang di Pasar Johar.

Harga beras kualitas medium di tingkat grosir di Pasar Johar naik dari kisaran Rp 8.100-8.150 per kilogram menjadi Rp 8.150-8.300 per kilogram dalam sepekan terakhir. Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas lain dengan kenaikan rata-rata Rp 50 per kilogram.

"Kenaikan juga tak seberapa karena permintaan beras dari Jakarta dan pedagang di luar pulau relatif stabil. Ke toko saya rata-rata masih 30-40 ton per hari sepekan terakhir," tambah Wahyu.

Jumat, 09 Desember 2011

Asus mencatat penjualan notebook hingga 15 persen

Asus mencatat penjualan notebook hingga 15 persen selama kuartal ketiga tahun 2011, berdasarkan data yang dirilis IDC. Hasil ini masih menempatkan Asus di posisi kedua penjualan terbanyak pasar Indonesia.

“Penjualan Asus di Indonesia pada kuartal ketiga 2011 mengalami peningkatan lebih dari 600 persen dibandingkan kuartal yang sama pada tahun 2010. Dengan menghadirkan berbagai jenis varian produk inovatif dan berkualitas dengan harga yang kompetitif, sehingga rasio kepemilikan komputer bagi masyarakat Indonesia dapat meningkat,” Jelas Juliana Cen, Business Development Manager Asus Indonesia, yang dilansir melalui keterangan resminya, Kamis (1/12/2011).

“Pertumbuhan penjualan Asus juga didukung seiringnya pertumbuhan Asus yang pesat di pasar daerah, contohnya saja pangsa pasar ASUS di Semarang dan Yogjakarta yang mengalami peningkatan hingga menduduki peringkat pertama penjualan notebook menurut data GFK bulan September 2011 dengan share ASUS 22.7 persen di Semarang dan Yogjakarta 24.9 persen. “ tambah Juliana.

“ASUS terus berusaha memperluas ketersediaan dan layanan purna jual di Indonesia. Ditambah dengan jaminan garansi global 2 tahun notebook ASUS selain menjadi jaminan kualitas produk ASUS, juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengguna,” ungkapnya.

Inovasi Asus juga terus menjadi inspirasi dan pelopor standar baru di industri PC, yang membuat Asus terus mendapatkan penghargaan penting dari media maupun industri terkait untuk setiap produk yang diperkenalkan.

Jumat, 18 November 2011

Maskapai nasional Lion Air

Maskapai nasional Lion Air membuat lompatan besar dengan membeli 230 pesawat Boeing senilai Rp195 triliun. Pesawat-pesawat ini akan dikirim bertahap pada 2017-2025. Transaksi ini merupakan terbesar setelah sebelumnya Lion memesan 178 Boeing 737-900ER yang diantar bertahap sejak 2007 hingga 2017.

Lion yang secara hukum berdiri pada Oktober 1999, dan beroperasi pada 30 Juni 2000, hanyalah maskapai penerbangan yang awalnya punya satu unit Boeing 737-200. Namun, kini, Lion Air terus berkembang. Menurut Direktur Umum Lion Air Edward Sirait, Lion Air telah memiliki 92 armada pesawat, termasuk milik anak usahanya Wings Air. Jumlah pesawat ini akan terus bertambah seiring dengan datangnya pesawat pesanan dari Boieng. Pada 2005 mendatang, Lion akan memiliki 408 pesawat.

Sukses Lion Air ini tak bisa lepas dari sosok Rusdi Kirana, salah satu pemilik sekaligus presiden direktur Lion Air. Pria kelahiran 17 Agustus 1963 ini mampu menepis segala keraguan dengan menjadikan Lion Air sebagai salah satu armada besar saat ini.

Dalam sebuah wawancara, Rusdi mengaku saat mendirikan perusahaan hanya berbekal kepercayaan. Rusdi dan kakaknya, Kusnan Kirana, yang sukses mendirikan perusahaan penjualan tiket Lion Tours, hanya memiliki pengalaman menjual tiket. "Dari mana saya punya uang? Ini karena kepercayaan," katanya.

Rusdi mengambil pasar yang saat itu belum tergarap: penerbangan rendah biaya. Pada 1990-an, harga tiket pesawat sangat mahal, sehingga hanya orang-orang kaya saja yang bisa terbang. Namun, setelah ada Lion Air, zaman berubah. Harga pesawat tiket pun menjadi semakin terjangkau.

Maraknya penerbangan murah di Indonesia ini tak lepas dari Lion Air. Dengan slogan "We make people fly", Lion mampu menyedot banyak penumpang kelas bawah. Dengan sendirinya, Lion telah mematahkan anggapan maskapai rendah biaya sulit hidup di Indonesia.

Kamis, 27 Oktober 2011

Dewan Pendidikan Majene

Dewan Pendidikan Majene merekomendasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene memutasi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di kota pindah ke pedesaan. Kami akan merekomendasikan guru dalam kota dipindahkan ke pedalaman. Hal ini guna penyegaran dan pemerataan pendidikan,” kata Sekretaris Dewan Pendidikan Jaenuddin Sayadul, kemarin. Bukan hanya memindahkan guru dalam kota ke pedesaan, program kerja Dewan Pendidikan yang diketuai salah satu Ketua Komisi DPRD Majene Rusbi Hamid ini juga akan mengusulkan pencabutan sertifikat pendidik bagi beberapa guru bersertifikat.

“Beberapa guru tidak mampu membuat rencana pembelajaran (RPP). Bahkan ada yang tidak mampu mengajar, tapi tersertifikasi. Dengan demikian, mereka mendapat tunjangan satu bulan gaji per bulan. Ini pemborosan uang negara. Dewan pendidikan akan merekomendasikan pencabutan sertifikat,” tandas Jaenuddin.

Menanggapi keinginan Dewan Pendidikan akan merekomendasikan pencabutan sertifikat tenaga kependidikan yang dinilainya tidak layak mendapat sertifikasi, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Majene Syamsiar Muchtar mengatakan, akan melakukan kajian. “Harus diketahui terlebih dahulu, sejauh mana kewenangan Pemkab mencabut sertifikat kependidikan jika memang Dewan Pendidikan merekomen dasikan hal tersebut,” tandasnya. Mantan calon wakil bupati Majene ini di Pilkada Majene 2006–2011 ini menyambut positif langkah yang ditempuh Dewan Pendidikan Majene. Namun, dia menyarankan langkah yang ditempuh tidak revolusioner,melainkan secara bertahap.

Manajer PT PLN Cabang Mamuju

Manajer PT PLN Cabang Mamuju I Nyoman Sueca mengungkapkan, pihaknya akan mengganti alat kilowatt hour (kwh) meter yang sudah tua secara besar-besaran, besok. Tujuan program ini untuk meningkatkan dan menjaga akurasi pengukuran pemakaian listrik oleh pelanggan sehingga mendukung bisnis yang adil antara PLN dan pelanggan.

Diungkapkan, pada 2011, target penggantian kwh meter tua di seluruh Indonesia sebanyak 2,6 juta unit.Hal itu terdiri atas wilayah Jawa dan Bali sebanyak 2,1 juta,Indonesia barat (Sumatera dan Kalimantan Barat) sebanyak 300.000, dan Indonesia timur (Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, Maluku, dan Papua) sebanyak 200.000.

“Dengan penggantian ini, energi listrik yang digunakan pelanggan akan terukur secara akurat. Dengan begitu, pelanggan akan membayar rekening listrik benar-benar sesuai pemakaiannya. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-66,”kata I Nyoman dalam konferensi pers di Kantor PLN Cabang Mamuju, kemarin. Total penggantian kwh meter di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) sebanyak 60.600 unit.

Untuk Sulawesi Barat (Sulbar) sebanyak 3.400 unit. Dari total penggantian di wilayah Sulbar, Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara (Matra) mendapat jatah terbanyak, masing-masing 950 unit. Kemudian Polewali Mandar (Polman) sebanyak 699 unit, Majene 350, unit, Mamasa 101 unit, dan Wonomulyo sebanyak 150 unit. Secara teknis, PLN Cabang Mamuju akan membagikan 300 unit kwh meter per hari ke seluruh keluarga. Pembagian ini gratis dan ditarget selesai hingga November 2011.