Minggu, 28 November 2010

fitnah

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Presiden RI, menyangkal tuduhan bahwa Partai Demokrat mendapatkan keuntungan dari penjualan saham perdana PT Krakatau Steel. SBY menegaskan hal tersebut adalah fitnah.

"Partai Demokrat difitnah mendapatkan keuntungan dari penjualan saham PT Krakatau Steel. Bayangkan, kalau politik kita diwarnai kegaduhan yang tidak faktual," kata SBY ketika memberikan pembekalan di Rapat Kerja Fraksi Partai Demokrat, Sabtu (27/11/2010) di Jakarta.

SBY meminta kader PD, khususnya yang duduk di DPR RI, untuk mampu menghadapi dinamika politik yang dinamis di Indonesia. SBY mengatakan, ada dua hal penting yang harus diingat legislator dari PD.

Pertama, mereka diminta tetap membangun hubungan yang kritis antara lembaga legislatif dan eksekutif. Jika ada interaksi antara kedua lembaga tersebut, kader PD diminta memastikan bahwa hal tersebut berkualitas dan substantif.

"Lalu, saudara juga harus tetap mengajak rakyat ikut berbuat konkret bersama komponen bangsa yang lain," kata SBY.

Tak lupa, SBY juga meminta agar legislator PD tak asal bunyi, dan tak memiliki logika yang rendah. Mereka juga diminta tak terprovokasi oleh hal-hal yang tak jelas sumber dan kebenarannya. SBY mencontohkan soal kehebohan rencana DPR untuk mengajukan hak interpelasi kepada Presiden terkait sikap Indonesia berkaitan dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Iran pada tiga tahun silam.

Saat itu, berhembus kabar Indonesia tak independen dalam bersikap karena Presiden SBY dikabarkan menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat George W Bush. Kala itu, posisi Indonesia mendukung resolusi tersebut. Namun, beberapa bulan kemudian, Indonesia akhirnya berhadapan dengan para anggota Dewan Keamanan PBB karena memilih sikap abstain.

"Faktanya, saya tidak menerima telepon dari Presiden AS dan juga Iran. No body dictated us. Jadi, tidak seimbang kegaduhan politik saat ini. Kita jangan menghabiskan waktu oleh sesuatu yang tak ada," tegasnya. Demikian catatan online Admincollections tentang fitnah.

0 komentar: