Senin, 25 Maret 2013

Amy Atmanton Desainer

Amy Atmanton desainer yang pernah merancang gaun untuk Miss Universe 2007 asal Jepang Riyo Mori menghadirkan satu gaun pengantin Jawa dan dua kebaya Kartini yang berkesan glamor. Amy menampilkan karyanya itu di pameran pernikahan gelaran Multi Kreasi Enterprise (MKE) dihelat. Kali ini berlangsung di Shangri-La Hotel Jakarta, dari tanggal 22-24 Maret 2013.

"Nyai Semilir" menjadi tema yang diangkat oleh Amy Atmanto. "Aku terinspirasi dengan perempuan-perempuan Sunda dan Jawa yang ayu, cantik dan Sumringah. Itu aku tampilkan dalam nuansa Jawa yang berkesan 'grand'," ungkap Amy.

Sebagai gaun pengantin, ia menghadirkan terusan hitam lengan panjang berbahan velvet  hitam. Gaun backless itu dihiasi embellishment kristal Swarovski dan memiliki ekor panjang yang memberikan kesan glamor. kebaya Kartini juga Amy buat dalam kesan glamor. Payetan kristal Swarovski terlihat menghiasi hampir seluruh kebaya, bahkan hingga ke aksesori pendukung seperti kipas lipat.

Kesan modern juga muncul lewat pemilihan palet warna elektrik untuk atasan seperti oranye dan hijau terang. Ditambah dengan detail-detail Swarovski yang menempel di kebaya buatan Amy begitu rapih. Tetapi siapa yang menyangka ada campur tangan para penyandang tuna netra dalam proses pembuatan gaun tersebut?

Amy mengungkap payetan busana yang ditampilkan itu merupakan buatan para penyandang tuna netra dan kaum duafa. "Pembuatan gaun ini juga dibantu oleh para penyandang tuna rungu dan kaum duafa yang kami latih di Rumah Kreatif Amy Atmanto," tuturnya.

Sejak tahun 2008, setiap setahun tiga kali, Amy menggelar semacam workshop gratis memasang mote dan payet bagi mereka. "Alhamdulillah, sekarang jumlahnya sudah mencapai ratusan orang," kata Amy.

Dewan Pendidikan Majene

Dewan Pendidikan Majene merekomendasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene memutasi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di kota pindah ke pedesaan. Kami akan merekomendasikan guru dalam kota dipindahkan ke pedalaman. Hal ini guna penyegaran dan pemerataan pendidikan,” kata Sekretaris Dewan Pendidikan Jaenuddin Sayadul, kemarin. Bukan hanya memindahkan guru dalam kota ke pedesaan, program kerja Dewan Pendidikan yang diketuai salah satu Ketua Komisi DPRD Majene Rusbi Hamid ini juga akan mengusulkan pencabutan sertifikat pendidik bagi beberapa guru bersertifikat.

“Beberapa guru tidak mampu membuat rencana pembelajaran (RPP). Bahkan ada yang tidak mampu mengajar, tapi tersertifikasi. Dengan demikian, mereka mendapat tunjangan satu bulan gaji per bulan. Ini pemborosan uang negara. Dewan pendidikan akan merekomendasikan pencabutan sertifikat,” tandas Jaenuddin.

Menanggapi keinginan Dewan Pendidikan akan merekomendasikan pencabutan sertifikat tenaga kependidikan yang dinilainya tidak layak mendapat sertifikasi, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Majene Syamsiar Muchtar mengatakan, akan melakukan kajian. “Harus diketahui terlebih dahulu, sejauh mana kewenangan Pemkab mencabut sertifikat kependidikan jika memang Dewan Pendidikan merekomen dasikan hal tersebut,” tandasnya. Mantan calon wakil bupati Majene ini di Pilkada Majene 2006–2011 ini menyambut positif langkah yang ditempuh Dewan Pendidikan Majene. Namun, dia menyarankan langkah yang ditempuh tidak revolusioner,melainkan secara bertahap.